CERITA PENGGUNA

Palet Baru: Bagaimana HUFA Mengintegrasikan Meshy untuk Pendidikan Seni 3D Lintas Disiplin

Jelajahi bagaimana Hungarian University of Fine Arts (HUFA) menggunakan fitur Image-to-3D dari Meshy untuk memadukan seni rupa tradisional dengan alat digital, mempercepat pembuatan aset 3D, dan mendorong kolaborasi lintas disiplin dalam kurikulum mereka.

Hungarian University of Fine Arts
Diposting: 8 Januari 2026

Akademi Bersejarah Merangkul Era Digital

Universitas Seni Rupa Hongaria (HUFA), didirikan pada tahun 1871, adalah salah satu akademi seni tertua dan paling bergengsi di Eropa Tengah, dengan sejarah yang mencakup lebih dari 150 tahun. Berakar kuat pada disiplin klasik seni rupa, seperti melukis dan memahat, HUFA baru-baru ini memulai transformasi yang menarik dengan mengintegrasikan inovasi digital dan teknologi ke dalam fondasi akademiknya. Pendorong utama dari perubahan ini adalah Pusat Seni Digital, sebuah pusat interdisipliner yang dipimpin oleh guru Seni Digital, Richárd Masa. Misi Pusat ini adalah menjembatani kesenjangan antara pendidikan seni tradisional dan perkembangan teknologi terbaru, dengan mengeksplorasi alat-alat seperti kecerdasan buatan, pencetakan 3D, dan penangkapan gerak.

Mengapa Meshy: Kebutuhan untuk Akselerasi dan Koneksi

HUFA secara aktif mendukung eksperimen kreatif dengan teknologi yang sedang berkembang, termasuk AI dan generasi 3D. Namun, tantangan utamanya adalah menemukan alat yang dapat menghubungkan warisan seni rupa dengan kemungkinan teknologi baru secara lancar.

student-ai-image-to-3d-process

Keputusan untuk mengintegrasikan Meshy secara langsung menjawab kebutuhan ini. HUFA melihat potensi Meshy untuk mempercepat pembuatan aset 3D dan memperkaya eksperimen visual di seluruh departemen. Dengan mengadopsi Meshy, universitas menawarkan cara praktis untuk memberikan akses kepada siswa terhadap teknologi yang membentuk masa depan produksi visual sambil tetap menjaga ekspresi artistik sebagai pusat pengalaman belajar.

Integrasi Meshy: Alur Kerja di Seluruh Departemen HUFA

Di HUFA, Meshy diintegrasikan ke dalam alur kerja kreatif beberapa departemen, dengan setiap program menggunakan teknologi untuk mengeksplorasi perspektif artistik yang berbeda. Integrasi ini melayani misi HUFA yang lebih luas untuk menjembatani seni rupa tradisional dengan inovasi digital.

Alur Kerja Desain Visual dan Konsep Karakter

Di Departemen Desain Visual dan Seri Kursus Konsep Karakter, proses serupa diikuti.

1. Ideasi 2D Siswa memulai dengan sketsa konsep dasar. Konsep-konsep ini pertama kali dikembangkan menggunakan generator gambar AI gratis. 2. Penyempurnaan Elemen visual terkuat dikomposisikan di Photoshop. 3. Generasi 3D Render 2D terpilih diproses dalam generator image-to-3D Meshy. ai-character-3d-texture-art-asset 4. Finalisasi dan Integrasi Model karakter 3D yang dihasilkan disempurnakan melalui overpainting dan detail. Akhirnya, mereka diintegrasikan ke dalam lingkungan Unreal Engine yang dibuat untuk proyek yang sama.

Alur Kerja Departemen Melukis

Di Departemen Melukis, Meshy digunakan untuk meningkatkan praktik tradisional dengan menghasilkan materi referensi yang presisi dan atmosferik.

1. Pembuatan Aset 3D Siswa menciptakan kembali interior dan properti bersejarah, seringkali berdasarkan foto-foto lama. Mereka memodelkan furnitur dan objek menggunakan perangkat lunak 3D tradisional seperti Maya, Blender, atau 3ds Max. ai-3d-antique-chair-model 2. Perakitan & Pencahayaan Adegan Meshy kemudian digunakan untuk merakit adegan 3D ini. 3. Rendering Referensi Adegan-adegan tersebut diberi pencahayaan dan dirender. Proses ini memberikan gambar referensi yang akurat dan atmosferik untuk latihan melukis figuratif dan still-life tradisional.

Dampak Signifikan: Efisiensi, Kreativitas, dan Kolaborasi

Meshy diintegrasikan ke dalam praktik seni rupa tradisional daripada diperlakukan murni sebagai alat teknis. Pendekatan ini telah menghasilkan hasil yang kuat di seluruh universitas:

  • Peningkatan Efisiensi dan Kebebasan Peningkatan utama adalah efisiensi waktu — yang sebelumnya memakan waktu berhari-hari kini dapat dicapai dalam hitungan jam — membebaskan siswa untuk fokus pada komposisi, gaya, dan eksperimen kreatif daripada hambatan teknis. Alat ini telah memperluas kemampuan siswa untuk memvisualisasikan dan membangun bentuk-bentuk kompleks, menjembatani pemikiran 2D dan 3D. Siswa antusias dengan teknologi ini, menghargai kecepatan dan kebebasan kreatif yang diperkenalkannya ke dalam proses. Mereka menjadi lebih eksperimental dan berpikiran terbuka, melihat alat digital sebagai perpanjangan dari pemikiran artistik, mendorong mereka untuk lebih banyak iterasi, mengambil risiko kreatif, dan menguji ide lebih cepat.

  • Kolaborasi Unik Antar Departemen

Alur kerja digital yang dibagikan telah mendorong bentuk baru kolaborasi lintas disiplin. Proyek sering kali melibatkan kerja tim antar-departemen, di mana siswa desain visual membuat aset, siswa seni lukis menggunakan adegan 3D sebagai referensi, dan siswa animasi menghidupkan aset digital ini. Ekosistem bersama ini mendorong lingkungan terbuka yang didorong oleh penelitian di mana pembelajaran terjadi melalui penemuan kolektif.

Memperluas Batas Seni Digital

Ke depan, HUFA berencana untuk melanjutkan integrasi Meshy, dengan tujuan memperluas penggunaannya ke produksi eksternal dan proyek film animasi internal yang akan datang yang dikembangkan di Pusat Seni Digital. HUFA mengantisipasi Meshy akan menjadi alat pendidikan dan eksperimental standar di berbagai departemen lainnya dalam waktu dekat, semakin memperkuat hubungan antara warisan seni rupa dan kemungkinan teknologi.

Siap Menggabungkan Seni Rupa dan Kreasi Digital?
Jelajahi bagaimana Meshy dapat mempercepat alur kerja artistik!
Apakah postingan ini bermanfaat?

3D, Atas Permintaan

Hubungi Penjualan